Shopping cart:
Jumlah = pcs
Keranjang

Rp 450 Juta dari Jokowi untuk Rumah Hidroponik di Rusun Marunda

Senin, April 21st 2014.

Rp 450 Juta dari Jokowi untuk Rumah Hidroponik di Rusun MarundaJAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengeluarkan uang Rp 450 juta untuk proyek green house yang dibuatnya bersama para petani Hidroponik Marunda Hijau.

Menurut Bendahara Petani Hidroponik Marunda Hijau, Sudino (49), untuk membangun green house berukuran 16 x 40 meter persegi itu, Jokowi merogoh kantong pribadi hingga Rp 450 juta.

“Duit sebesar itu untuk membangun fisik green house. Sarana prasarana seperti modul terbuat dari pipa paralon dan lainnya,” ujarnya di Rumah Hidroponik Marunda di depan Cluster A Rusun Marunda, Kamis (17/4/2014).

Sudini menambahkan, untuk pembibitan, Jokowi tidak memberikan uang, tetapi dalam bentuk benih tanaman.

Pria yang tinggal di Cluster A Blok Hiu itu mengatakan, meskipun pertanian itu belum menghasilkan produk berskala besar, dia memanen hasil green house itu setiap hari karena banyak warga sekitar yang membelinya. “Per hari pendapatannya kisaran Rp 30.000 sampai Rp 100.000,” katanya.

“Kami belum bisa menembus pasar. Jadi, hanya sekitar rusun konsumennya,” ujarnya.

Sudiono menambahkan, ada 18 modul (pipa paralon) di dalam green house. Setiap modul ditanami jenis sayur yang berbeda. “Ada selada merah, hijau, pakcoy, dan sawi. Waktu panen sayuran juga bervariasi ada yang 24-27 hari dihitung dari waktu tanam,” ujarnya.

Setiap modul, lanjutnya, menghasilkan sebanyak 2 kuintal atau 200 kg sayuran. Sayuran tersebut ia jual dengan harga Rp 10.000 per kilogram, kecuali sawi yang dihargai Rp 5.000 per kg.

Menurut Sudiono, uang hasil penjualan sayur-mayur hidroponik itu dikelola oleh bendahara. Bendahara itu juga yang mengatur pengeluaran untuk biaya operasional green house, di antaranya untuk membeli nutrisi tanaman sebesar Rp 50.000 per hari.

“Yang jelas untuk sekarang kami tidak mau disubsidi lagi,” ucapnya.

Terdapat sembilan orang dalam kepengurusan Petani Hidroponik Marunda Hijau. Kepengurusan itu terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara. Sisanya tenaga lapangan yang memang mau bekerja.

Selain pertanian hidroponik, petani juga menanam sayuran lain dengan metode berbeda. Seperti di depan pintu masuk green house, para petani menanam cabai, bayam merah, bayam hijau, dan terong secara organik. Para petani juga berencana memanfaatkan lahan di bawah modul untuk dijadikan usaha tambak lele.

download

bayam segar organik

Rp 150.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 0822 3616 6897
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama Barangbayam segar organik
Harga Rp 150.000
Lihat Detail »
download

Tomat organic bali set

Rp 150.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 0822 3616 6897
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTomat organic bali set
Harga Rp 150.000
Lihat Detail »

Wortel organik bali

Rp 150.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 0822 3616 6897
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangWortel organik bali
Harga Rp 150.000
Lihat Detail »

Daun Salam Segar 1 Pack

Rp 2.300
Detail
Order Sekarang » SMS : 0822 3616 6897
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangDaun Salam Segar 1 Pack
Harga Rp 2.300
Lihat Detail »

Udang Jerbung AK64 segar

Rp 36.500
Detail
Order Sekarang » SMS : 0822 3616 6897
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangUdang Jerbung AK64 segar
Harga Rp 36.500
Lihat Detail »

Beras organik sachet

Rp 55.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 0822 3616 6897
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBeras organik sachet
Harga Rp 55.000
Lihat Detail »
download

Tomat hijau organik

Rp 175.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 0822 3616 6897
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangTomat hijau organik
Harga Rp 175.000
Lihat Detail »

Kol Organik

Rp 99.000
Detail
Order Sekarang » SMS : 0822 3616 6897
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangKol Organik
Harga Rp 99.000
Lihat Detail »

Pembayaran :



Watch Now :


Visitor


Flag Counter